Mahasiswa Sastra Indonesia UNEJ Berpartisipasi dalam Kegiatan Pengabdian Keris Terkelok di Banyuwangi
Banyuwangi, 19 Juli 2026 — Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh tim dosen di Banyuwangi. Mahasiswa tersebut adalah Ivan Abdillah Nur Hidayat dan Linda Iftinah Sari. Keduanya mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2023. Dalam kegiatan pengabdian pada Program Dosen Mengabdi di Desa Asal (Prosendi) tersebut, mahasiswa berperan aktif, mulai dari menyiapkan souvenir, mendokumentasikan kegiatan (foto dan video), hingga memfasilitasi tayangan langsung pentas Seni Jaranan yang menjadi objek pengabdian, Minggu (19/7).

Tim Pengabdian Keris Terkelok UNEJ berpose bersama Kelompok Seni Jaranan Sidodadi Baluk
Partisipasi aktif mahasiswa dirasakan sangat membantu bagi dosen yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks ini, tim dosen yang tergabung dalam Kelompok Riset Tradisi Lisan dan Kearifan Lokal (KeRis TERKELOK) merasakan peran aktif mahasiswa mampu memperlancar dan melengkapi berbagai pernik kebutuhan di lapangan. Tim dosen yang melaksanakan pengabdian diketuai oleh Edy Hariyadi, S.S., M.Si., dengan anggota Dr. Heru S.P. Saputra, M.Hum. dan Dra. Titik Maslikatin, M.Hum.
Kegiatan inti pengabdian berupa rangkaian pertunjukan Seni Jaranan Campursari Sidodadi, yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Kelompok Seni Jaranan Campursari Sidodadi Baluk yang diketuai oleh Atmo menjadi mitra dalam kegiatan tersebut. Pertunjukan tersebut menjadi materi simulasi yang akan dikembangkan menjadi paket wisata industri kreatif, sehingga memiliki daya tarik lebih bagi wisatawan. Dalam pertunjukan siang itu, Seni Jaranan Campursari Sidodadi menampilkan empat tarian, yaitu Tari Sembur Beras Kuning, Tari Iring-Iring, Tari Sampak, dan Tari Sampak Pegon.

Kegiatan pengabdian oleh tim KeRis TERKELOK mendorong pengembangan kemasan paket wisata. Pertunjukan yang biasanya dilaksanakan seharian, diharapkan dapat dipadatkan dalam beberapa jam, dengan tetap menampilkan struktur pertunjukan Jaranan yang utuh. Ciri khas Jaranan berupa ritual pembuka (umbul donga), aksi lelucon (geculan), hingga pertarungan dengan barong yang menimbulkan peristiwa kesurupan (ndadi) tetap dapat ditampilkan. Meskipun demikian, rencana pengemasan paket wisata tidaklah sederhana, sehingga perlu dirancang secara matang atas dasar kreativitas.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan tersebut memerlukan peran aktif semua pihak yang berkolaborasi, yakni tim dosen, mahasiswa, pelaku seni Jaranan, dan masyarakat Banyuwangi, khususnya di Baluk atau Kebalenan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari tim dosen kepada pelaku Jaranan sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dalam mendukung pelestarian budaya lokal. Acara ditutup dengan foto bersama antara tim dosen, mahasiswa, pelaku seni, dan masyarakat.

(Kontributor: Ivan Abdillah Nur Hidayat & Linda Iftinah Sari)
Comments are Closed