Mahasiswa Sastra Indonesia FIB UNEJ Sabet Juara Nasional: Bima Aji Buktikan Kualitas Public Speaking di Kancah Nasional
JEMBER – Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Adalah Bima Aji, mahasiswa bertalenta yang sukses membawa pulang dua gelar bergengsi sekaligus: Juara 2 Lomba MC Nasional 2026 dan Juara 3 Lomba MC U’FEST 2026.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FIB UNEJ mampu bersaing secara kompetitif dalam bidang komunikasi kreatif dan kemahiran berbicara di depan publik (public speaking).
Seni Mengelola Energi dan Improvisasi
Bagi Bima, panggung kompetisi adalah medan ujian mental yang sesungguhnya. Ia mengungkapkan bahwa perbedaan mendasar antara menjadi pembawa acara (MC) di kegiatan formal kampus dengan kompetisi terletak pada ketidakterdugaan situasi.

“Setiap panggung punya nyawa yang berbeda. Di lomba, kita dituntut melakukan improvisasi kilat karena susunan acara sering kali diberikan mendadak,” ujar Bima saat diwawancarai pasca kemenangannya.
Kunci keberhasilan Bima terletak pada disiplin latihan yang ketat. Ia secara rutin berlatih di depan cermin untuk mengasah bahasa tubuh, serta merekam sesi latihannya guna mengevaluasi artikulasi dan intonasi secara mandiri. Baginya, kritik dari rekan sejawat dan mentor adalah bahan bakar utama untuk terus bertumbuh.
Apresiasi dari Pimpinan Program Studi
Menanggapi prestasi gemilang ini, Ketua Program Studi Sastra Indonesia FIB UNEJ, Didik Suharijadi, S.S., M.A., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya.
“Prestasi Bima Aji adalah refleksi dari sinergi antara bakat personal dan atmosfer akademik di prodi kami yang mendukung pengembangan soft skills. Kemampuan berbicara publik bukan sekadar teknik vokal, tapi juga bagaimana mengolah rasa dan bahasa. Kami berharap capaian ini memotivasi mahasiswa lain untuk berani tampil di level nasional,” tutur Didik Suharijadi.
Dukungan Fakultas: Motivasi Dekan dan Wakil Dekan 3
Dukungan penuh juga mengalir dari jajaran pimpinan fakultas. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk memiliki “intelektualitas yang komunikatif.” Dekan berpesan agar prestasi ini menjadi batu loncatan menuju profesionalisme yang lebih luas, mengingatkan bahwa lulusan FIB harus mampu menjadi jembatan informasi bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FIB UNEJ memberikan motivasi khusus terkait pengembangan diri:
“Pihak fakultas akan selalu memfasilitasi mahasiswa yang ingin melampaui batasan dirinya. Bima telah membuktikan bahwa mahasiswa Sastra Indonesia tidak hanya mahir dalam teks, tapi juga piawai dalam retorika. Jangan pernah takut gagal di atas panggung, karena setiap gugup yang berhasil dikalahkan adalah satu langkah menuju kedewasaan mental.”
Berbagi Ilmu dan Spiritualitas
Meski telah memiliki jam terbang tinggi, Bima tetap membumi. Ia mengakui bahwa rasa gugup masih sering menghampiri, namun ia mengatasinya dengan teknik afirmasi positif serta kekuatan doa. “Restu orang tua adalah pegangan utama saya sebelum melangkah menuju podium,” tambahnya.
Kini, Bima berkomitmen untuk mengedukasi rekan-rekan mahasiswa UNEJ lainnya melalui berbagai tips public speaking, seperti pengolahan vokal dan pengayaan referensi melalui tontonan MC profesional. Ia berpesan kepada generasi muda untuk menghargai setiap kesempatan, sekecil apa pun skalanya.
“Jangan pernah meremehkan panggung kecil. Setiap kesempatan tampil adalah pelajaran berharga. Tetaplah berusaha, berdoa, dan jangan lupa minta restu orang tua,” pungkasnya optimis.